PERMAINAN RAKYAT TRADISIONAL PETAK UMPAT SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SOSIAL MASYARAKAT PERUMAHAN ELIT UNTUK MENYIAPKAN GENERASI YANG BERKARAKTER (Kajian Sosiologi Komunikasi)

Standard

BAB II

PEMBAHASAN

 

1.1  Pengertian Permainan Rakyat Tradisional Petak Umpat

     Petak umpat menurut Wikipedia (2009) merupakan sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal dua orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru. Permainan ini jelas tidak bersifat individual sehingga akan melibatkan beberapa anak di dalamnya. Permainan secara tidak langsung ini akan membantu mendidik seorang anak untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain sehingga permainan ini akan membuat anak semakin memiliki jiwa sosial.

 

1.2  Peminat Permainan Rakyat Tradisional Petak Umpat

    Petak umpat merupakan permainan legendaris yang sampai saat ini masih banyak digandrungi oleh sebagian besar kalangan anak-anak. Permainan ini dianggap lebih sederhana karena hanya bermodal diri sendiri dan kawan-kawan kita sudah bisa bermain petak umpat. Dari kesederhanaan tersebut, anak cenderung menyukai karena lebih praktis.

    Beberapa alasan yang dikemukakan Jimmy (2011) mengapa petak umpat masih digandrungi pada masa kini antara lain sebagai berikut.

1)      Pintar berhitung karena permainan ini mengharuskan yang kalah untuk menghitung.

2)      Olah raga dan menghilangkan kemungkinan obesitas bagi anak. Saat pencari menemukan tempat persembunyian pemain lain, maka pencari dan pemain itu harus berlomba untuk sampai ke benteng. Untuk mencapai benteng, kedua pemain ini akan berlari dan berlari inilah yang membuat anak berolah raga.

3)      Mengasah ketelitian dan kepekaan. Manfaat ini sangat dirasakan oleh pencari maupun yang bersembunyi.

Untuk pencari = ia bisa mengasah ketelitiannya dan kepekaannya dalam mengamati gerak gerik pemain lain dan juga tempat-tempat yang di jadikan tempat persembunyian yang dilakukan pencari seperti halnya berburu.

 

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

    Pola kehidupan yang berkembang dalam masyarakat perumahan elit yakni kurang begitu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Hal ini terjadi dapat dikarenakan antusiasme terhadap hal-hal yang baru dan masuk dalam kehidupannya. Hal yang sedemikian rupa dinamakan cultural literacy khususnya di bidang teknologi.

    Dewasa ini permainan rakyat mulai ditinggalkan terutama di kota-kota besar.  Hal ini dapat disebabkan oleh adanya perkembangan teknologi yang ada sehingga masyarakat yang tadinya hidup dengan pola tradisional berpindah menjadi pola hidup yang modern. Permainan rakyat tradisional petak umpat memiliki banyak manfaat. Permainan ini masih berkembang pesat pada zaman saat ini. Permainan rakyat tradisional perlu diterapkan pada masyarakat perumahan elit atau masyarakat kota besar untuk lebih menanamkan karakter sosialis mereka.

 

3.2 Saran

          Dari ulasan tentang makalah ini penyusun memberikan saran di antaranya sebagai berikut.

  1. Hendaknya RT/RW dan security berperan aktif dalam mempererat tali persaudaraan dan kerukunan antar warganya agar lebih saling mengenal dan percaya.  Sehingga pola pikir ketakutan akan anaknya yang bermain di luar rumah dapat diminimalisir, orang tua akan memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk bermain dengan anak tetangganya tanpa harus dihantui rasa takut jika anaknya bermain di luar rumah.
  2. Memperkenalkan permainan rakyat ini pada anak sedini mungkin karena anak kecil sekitar usia SD masih dapat diatur. Dikhawatirkan jika anak cenderung individualis sejak kecil, ia akan kesulitan bersosialisasi dengan orang lain di lingkungan yang lai karena dari lingkungan tempat ia tinggalpun ia tidak mampu bersosialisasi dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

 

Ahira, Anne. 2011. “Permainan Tradisional”(Online)http://www.anneahira.com/ permainan-permainan-tradisional.htm (diakses tanggal 25 Desember 2012)

 

Astuti, S. I. 2003. “Cultural Studies” dalam studi Komunikasi: Suatu Pengantar” (Online) mediator.fikom.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/

 /199/177 (diakses tanggal 20 Oktober  2012)

 

Jimmy. 2011. “Manfaat Bermain Petak Umpat”(Online) http://entertainmentgeek-jimmy.blogspot.com/2011/10/manfaat-bermain-petak-umpet.html (diakses tanggal 29 Desember 2012)

 

Sandrina, Arin, 2011. “Keberadaan Paguyuban Warga di Perumahan Elit Yogyakarta Percampuran Budaya Global dan Lokal”(Online) http://sandrinarin.wordpress.com/2011/07/23/keberadaan-paguyuban-warga-di-perumahan-elit-yogyakarta-percampuran-budaya-global-dan-lokal/(diakses tanggal 05 Januari 2013)

Tirtarahardja, Umar dan La Sulo S.L. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

 

Wikipedia. 2009. “Petak Umpet” (Online) http://id.wikipedia.org/wiki/

Petak_umpet (diakses tanggal 29 Desember 2012)

 

Wuriyanto, A.B. 2001. Sosiologi Komunikasi Bunga Rampai Komunikasi dalam Aspek Sosial Budaya. Malang: UMM

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s