Aside

ARTIKEL MIGRASI BAHASA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Linguistik Historis Komparatif

Dosen Pengampu : Sudjalil, M.Si

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh Kelompok 4:

                                             Diah Budiarti      (201110080311017)

                                             Yeni Susani                    (201110080311020)

                                             Khomaruddin S. (201110080311120)

 

 

 

JURUSAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2013

 

 
   

 

MIGRASI BAHASA

 

         Migrasi bahasa merupakan suatu usaha pengumpulan asumsi, batasan-batasan, dan hipotesa-hipotesa yang membicarakan gerak dan arah migrasi bangsa-bangsa pada zaman prasejarah, Keraf (1996: 66). Migrasi bahasa sering dikaitkan dengan penutur bahasa. Namun dalam perkembangan selanjutnya hal tersebut mulai terabaikan. Muncul pandangan baru bahwa seakan-akan bahasalah yang bermigrasi. Sebagai salah satu contoh jika terdapat beberapa orang Jawa yang bermigrasi di daerah Madura. Jika orang-orang Jawa tersebut mampu mendominasi penggunaan bahasa Jawa di daerah Madura, lambat laun bahasa Madura yang digunakan oleh orang-orang Madura akan mulai ditinggalkan dan beralih ke bahasa Jawa.

 

Pengertian Migrasi

         Menurut Dahlan (2011: 1), migrasi merupakan perpindahan penduduk atu bisa juga disebut dengan istilah mobilitas dari satu tempat ke tempat lain. Penduduk yang melakukan migrasi otomatis membawa bahasanya yang akan berpengaruh pada lingkungan baru tempat di mana mereka berpindah tempat. Insrusi merupakan pemakaian bahasa dalam suatu daerah baru karena adanya proses migrasi, sedangkan unit migratif merupakan unit bahasa yang bergerak keluar dari daerah bahasa asli.

          Perluasan suatu wilayah tanpa memperbanyak daerah bahasa tidak akan menghasilkan migrasi. Migrasi terbagi atas dua jenis di antaranya sebagai berikut.

  1. Migrasi positif, yakni sejumlah penutur suatu bahasa bergerak ke luar wilayah asli dan menduduki suatu daerah baru.
  2. Migrasi negatif, yakni sejumlah penutur bahasa lain berpindah ke wilayah suatu bahasa sehingga memisahkan bahasa tersebut menjadi dua daerah atau lebih.

 Wilayah yang terdapat antara daerah-daerah bahasa yang setara disebut interval.  Interval terbagi atas dua jenis di antaranya sebagai berikut.

  1. Interval gabung, yaitu bila separuh interval itu berpenduduk dan sebagian lain tidak berpenduduk, sementara masing-masing bagian dapat dilalui untuk bermigrasi.
  2. Interval kompleks, yaitu interval yang separuh interval itu berpenduduk dan separuhnya tidak berpenduduk namun  hanya terdapat satu rute untuk bermigrasi ke daerah yang baru.

 

Teori Kulturkreis

            Teori kulturkreis terkait dengan adanya asumsi yang dapat diterjemahkan dengan lingkaran kebudayaan. Lingkaran kebudayaan tersebut terbentuk karena adanya kesamaan tertentu yang meliputi kriteria utama yaitu kriterion kualitatif dan kriterion kuantitatif.

  1. Kriterion Kualitatif

    Kriterion kualitatif berusaha membandingkan dua kebudayaan yang ada pada dua daerah berdasarkan ciri dari masing-masing kebudayaan. Misalnya seperti rumah adat. Tipe rumah tersebut dibentuk oleh unsur-unsur kebudayaan (trait) di antaranya denah rumah, bentuk atap, hiasan, jumlah, jenis pintu, jendela, tiang, material yang digunakan, dan sebagainya. Jika dalam perbandingan tersebut diperoleh sejumlah kesamaan kualitatif antara kedua kebudayaan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan historis antarunsur  keduanya.

  1. Kriterion Kuantitatif

   Kriterion kuantitatif erat kaitannya dengan kriterion kualitatif. Jika dalam kriterion kualitatif hanya terdapat beberapa kesamaan, pada kriterion kuantitatif terdapat banyak sekali kesamaan yang ada pada unsur kebudayaan (trait) kedua daerah yang dibandingkan, sehingga dapat digunakan sebagai bukti kebenaran jika keduanya memiliki hubungan historis.  Dari kesamaan yang ada dapat ditarik suatu lingkaran (kreis) yang disebut dengan sprachenkreis.

 

Teori Migrasi Bahasa

            Teori migrasi menurut Ibrahim (1984: 79) dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari asumsi-asumsi, definisi, dan proposisi-proposisi yang berkaitan dengan hasil kajian perpindahan penduduk dan arahnya. Teori migrasi bahasa erat kaitannya dengan dua istilah yakni wilayah (area) dan daerah (region). Teori tersebut dikembangkan berdasarkan metode sub-grouping, Stammbaumtheorie, dan Leksikostatistik. Teori migrasi bahasa menurut Keraf (1996: 173) didasarkan pada dua dalil di antaranya sebagai berikut.

  1. Wilayah asal bahasa-bahasa kerabat merupakan suatu daerah  yang bersinambung.
  2. Jumlah migrasi yang mungkin direkonstruksi akan berbanding terbalik dengan jumlah gerak perpindahan dari tiap bahasa.

         Suatu wilayah bahasa membentuk kesatuan distribusi. Adanya kesatuan distribusi memudahkan perpindahan orang dari satu daerah bahasa kerabat ke daerah bahasa kerabat yang lain. Hal ini dapat disebut dengan mata rantai. Satu mata rantai minimal terdiri dari dua bahasa. Distribusi mata rantai tersebut dapat dilambangkan dengan C sedangkan jumlah mata rantai dinyatakan dengan sub-skrip a dan b. Misalnya Ca dan Cb, dan sebagainya. Namun jika distribusi bahasa kerabat tidak menjadi anggota suatu mata rantai maka dilambangkan dengan S. Unit distribusi bahasa kerabat ditentukan oleh distribusi dan interval bahasa tersebut serta silsilah.

         Berdasarkan garis keturunan, distribusi dibedakan lagi menjadi distribusi sederhana dan distribusi kompleks. Distribusi sederhana merupakan  distribusi dari bahasa-bahasa yang membentuk kerabat sederhana sedangkan distribusi kompleks adalah distribusi dari bahasa-bahasa yang membentuk kerabat kompleks yang terdiri dari dua distribusi sederhana atau lebih.

 

Negeri Asal Kerabat Sederhana

         Menurut Keraf (1996: 177), setiap distribusi yang terdiri dari dua unit atau lebih dapat diturunkan beberapa hipotesa. Setiap hipotesa tersebut terdiri dari dua bagian di antaranya penentuan suatu negeri asal (homeland) dan gerak (move) minimal yang diperlukan bagi bahasa kerabat (yang bukan berada di negeri asal) untuk mencapai keberadaannya sekarang.  Lambang yang digunakan antara lain H berarti negeri asal (homeland), C berarti mata rantai, S berarti terpisah, I berarti intrusi, dan       (tanda panah) berarti berasal dari.

  1. Distribusi  SaSb

   Jika distribusi sederhana berwujud SaSb, maka dapat diturunkan hipotesa sebagai berikut.

  1. Negeri Asal adalah Sa       (H= Sa)
  2. Negeri Asal adalah Sb       (H= Sb)
  3. Negeri Asal adalah SaSb    (H= SaSb)
  4. Negeri Asal bukan SaSb     (H≠ SaSb)

   Keempat hipotesa di atas harus dinilai satu persatu untuk mendapatkan hipotesa yang memiliki peluang paling tinggi sebagai negeri asal bahasa proto. Bila hipotesa pertama benar, maka Sa      Sb. Dalam hal ini terdapat satu gerak atau move, yaitu dari Sa ke Sb. Bila hipotesa kedua benar, maka Sb        Sa. Dalam hal ini terdapat satu gerak yaitu dari Sb ke Sa. Bila hipotesa ketiga benar, maka terdapat satu gerak yaitu adanya intrusi, yang membagi negeri asal menjadi dua (migrasi negatif). Bila hipotesa yang keempat benar, maka H       SaSb. Dalam hal ini terdapat dua gerak yaitu gerak dari H ke Sa dan dari gerak H ke Sb.

        Hipotesa keempat mempunyai peluang paling kecil bila dibandingkan dengan ketiga hipotesa yang lain. Ketiga hipotesa pertama mempunyai peluang yang sama besar, karena masing–masing hanya memerlukan satu gerak, tetapi bila intervalnya tak berpenduduk atau karena bersifat kompleks, maka hipotesa ketiga ditolak. Tinggal hipotesa pertama dan kedua yang mempunyai peluang yang tertinggi. Contoh nyata untuk keadaan ini adalah bahasa Welsh dan Breton di Normandia. Keduanya membentuk kerabat sederhana dari subkelompok Britania dan bahasa–bahasa Keltik. Distribusinya adalah dua daerah terpisah dengan interval yang bersifat kompleks, karena separuh berpenduduk dan separuh tidak berpenduduk (selat). Kesimpulan yang diturunkan adalah (1) negeri asalnya adalah Welsh, atau (2) negeri asalnya adalah Britania, di mana telah terjadi migrasi negatif di daerah barat daya Inggris. Atau contoh di Indonesia adalah bahasa Madura dengan distribusi SaSb dengan peluang negeri asal berada di Jawa atau berada di Madura, dengan intervalnya daerah laut yang tak berpenduduk.

  1. Distribusi  CaCb

Bila distribusi sederhana berujud CaCb maka dapat diturunkan hipotesa-hipotesa berikut.

  1. H = Ca
  2. H = Cb
  3. H = CaCb
  4. H = CaCb

Bila hipotesa pertama benar maka, Ca      Cb ; dalam hal ini terdapat dua gerak atau lebih sesuai dengan jumlah anggota yang membentuk mata rantai Cb. Bila hipotesa kedua benar, maka Cb     Ca; dalam hal ini terdapat juga dua gerak atau lebih tergantung dari jumlah anggota yang membentuk mata rantai Ca. Bila hipotesa ketiga benar, maka terdapat satu gerak, yaitu adanya intrusi. Bila hipotesa keempat benar, maka H adalah CaCb; dalam hal ini terdapat empat gerak atau lebih, sesuai dengan jumlah anggota yang membentuk mata rantai Ca dan Cb.

Penilaian atas hipotesa–hipotesa itu memberi  hasil yang berikut: hipotesa keempat mempunyai peluang paling kecil, sedangkan hipotesa ketiga mempunyai peluang paling besar, tetapi bila intervalnya tidak berpenduduk, maka hipotesa ketiga harus ditolak. Akibatnya hipotesa pertama dan kedua mempunyai peluang yang sama tinggi, atau salah satu dari padanya akan mempunyai peluang yang lebih tinggi dari yang lain, bila jumlah anggota yang membentuk mata rantai itu lebih kecil dari yang lain.

Suatu contoh yang nyata dari distribusi di atas sukar diperoleh. Namun demikian, akan diberikan suatu contoh yang mempunyai variasi yang agak berbeda, namun dapat juga menjelaskan hal tersebut. Misalnya daerah bahasa Slavia Sclatan yang terbentang dari Slovenia ke Bulgaria, merupakan daerah yang non-asli yang merupakan hasil intrusi. Bahasa Albania dan Yunani membentuk suatu mata rantai, sedangkan bahasa kerabat lainnya Italik, Germanik, Balto-Slavik membentuk mata rantai yang lain. Ada kemungkinan besar bahwa telah terjadi intrusi antara kedua mata rantai itu, serta negeri asal dari Slavia Selatan terletak di seberang daerah yang sekarang didiami penutur Slavia Selatan, Romania, dan Bulgaria.

  1. Distribusi CS

Kemungkinan yang ketiga dari distribusi sederhana adalah CS. Dari distribusi ini dapat diturunkan hipotesa–hipotesa berikut.

  1. H = C
  2. H = S
  3. H = CS
  4. H = CS

 Bila hipotesa pertama benar, maka C       S; dalam hal ini terdapat satu gerak. Bila hipotesa kedua benar, maka telah terjadi migrasi dari S     C; dalam hal ini terdapat dua gerak atau lebih, sesuai dengan jumlah anggota bahasa yang membentuk mata rantai itu. Bila hipotesa ketiga benar, maka terdapat satu gerak, yaitu karena adanya intrusi. Bila hipotesa keempat benar, maka H      CS; dalam hal ini akan terdapat tiga gerak atau lebih.

 Hipotesa pertama dan ketiga mempunyai peluang yang sama tinggi. Bila intervalnya tak berpenduduk, maka hanya hipotesa pertama yang mempunyai peluang tertinggi. Bila kita memperhatikan distribusi sederhana dalam kenyataan, maka distribusi CS merupakan distribusi yang paling umum. Misalnya bahasa–bahasa Cham di Asia Tenggara agaknya berkerabat dengan bahasa melayu di sebelah selatannya. Kemungkinan bahasa Cham berpindah dari selatan, atau kemungkinan lain bahasa–bahasa itu diceraikan dari selatan karena migrasi bahasa Siam ke sebelah selatan sehingga menceraikan bahasa Cham dari bahasa Melayu. Demikian juga jika bahasa Tagalog dan Bikol adalah bahasa  setara secara timbal balik dengan bahasa bisaya, maka kedua bahasa pertama membentuk mata rantai di pulau Luzon, sedangkan bisaya merupakan sebuah unit yang terpisah. Karena intervalnya tidak berpenduduk atau kompleks, maka kesimpulannya adalah bahwa bahasa bisaya berasal dari wilayah Tagalog–Bikol.

  1. Distribusi Berjalin

Bila beberapa distribusi kerabat sederhana memperhitungkan bersama–sama, maka akan dihasilkan kesimpulan yang jumlahnya lebih sedikit daripada kalau diperhitungkan secara terpisah. Misalnya interval antara bahasa–bahasa Slavia Timur, Slavia Barat di satu pihak, serta bahasa Slavia Selatan di pihak lain, didiami oleh bangsa Hungar (Magyar) yang non-Indo Eropa, karena bahasa Hungaria berada dalam interval dari dua bahasa kerabat yang setara yaitu Slavia dan Roman, maka jumlah gerak bagi keduanya akan lebih sedikit bila Hungaria merupakan migrasi negatif bagi keduanya. Kesederhanaannya adalah bahwa gerak yang sama hanya diperhitungkan satu kali: jumlah migrasi negatif bagi bahasa Slavia dan migrasi negatif dari bahasa Roman hasilnya tetap satu gerak.untuk dua kerabat yang berlainan jumlah migrasi itu akan lebih banyak.

 

 

Negeri Asal Kerabat Kompleks

         Dalam sebuah kerabat kompleks terdapat beberapa tingkat bahasa proto, ada bahasa–bahasa proto untuk kerabat sederhana dan ada juga bahasa proto untuk kerabat kompleks, Keraf (1996: 180). Oleh sebab itu, dalam analisa untuk menetapkan negeri asal juga akan dipergunakan lambang yang berbeda bagi tingkatan bahasa proto yang berlainan itu, yaitu Hr untuk negeri asal keluarga bahasa kompleks, dan Hs untuk negeri asal sub-kelompok atau kerabat sederhana. Jika ada satu mata rantai yang terdiri dari Ea dan Eb dengan suatu bahasa proto PE; disamping itu ada kerabat lain Sa dan Sb dengan bahasa protonya PS. Daerah Sa adalah daerah yang bersinambungan dengan EaEb. Di pihak lain PE dan PS membentuk sebuah mata rantai.

        Berdasarkan hal–hal tersebut di atas, maka dapat diturunkan hipotesa– hipotesa berikut.

  1. Bila Hr=PE-PS, serta Hs=Sa, maka Sa      Sb; berarti terdapat satu gerak.
  2. Bila Hr=PE-PS, serta Hs=SaSb, maka ada intrusi. Berarti terdapat satu gerak, tapi peluang ini diabaikan kalau intervalnya tak berpenduduk atau kompleks.
  3. Bila Hr=PE, serta Hs=Sb, maka PE        PS (sebab Hr=PS) dan Sb       Sa (sebab PS= Sa); dalam hal ini terdapat satu gerak lebih banyak daripada kalau Hr adalah PE-PS.

        Dalam hipotesa ketiga terdapat satu gerak lebih banyak daripada hipotesa pertama dan kedua. Kesimpulan terakhir adalah Hs=Sb. Jadi Hs=Sa, Hs=SaSb. Kemungkinan Hr demikian tidak akan dipertimbangkan lagi karena memerlukan lebih banyak gerak. Contoh untuk kasus ini adalah bahasa Ma’anyan di Kalimantan dan bahasa Malagasi di Madagaskar yang membentuk satu kerabat sederhana, serta unit distribusinya adalah SaSb. Kita akan mengambil kesimpulan bahwa bahasa Malagasi berasal dari daerah Ma’anyan sebab bahasa Ma’anyan masih berada di daerah yang bersinambung dengan bahasa–bahasa lain yang bahasa protonya membentuk suatu mata rantai dengan bahasa proto Ma’anyan dan Malagasi.

         Suatu wilayah yang terbentuk, maka rantai dari bahasa kerabat pada tingkat sebelumnya disebut wilayah kompleks. Misalnya bahasa–bahasa Austronesia dalam wilayah Filipina dan Republik Indonesia membentuk satu mata rantai (selat–selat di antara kepulauan itu dianggap tidak ada). Bahasa Chamorro di Guam adalah bahasa yang sederajat dengan beberapa bahasa dari lingkungan tadi, oleh sebab itu bahasa Chamorro harus berasal dari wilayah kompleks tadi. Demikian pula halnya dengan bahasa Brahui di India. Bahasa tersebut mempunyai pertalian dengan bahasa–bahasa Dravida, sehingga kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bahasa Brahui berasal dari daerah bahasa Dravida, karena migrasi positif, atau terjadi perpisahan karena migrasi negatif dari bahasa Arya. Bahwa bahasa Brahui tidak mendiami wilayah bahasa proto dapat dibuktikan oleh kenyataan bahwa bahasa itu lebih erat bertalian dengan bahasa Dravida Utara daripada dengan bahasa Dravia Selatan. Sementara itu wilayah kompleks bahasa–bahasa itu terdapat di India Selatan.

 

Kesimpulan

  Kesimpulan – kesimpulan berdasarkan uraian di atas antara lain sebagai berikut.

  1. Bila distribusi suatu kerabat sederhana terdiri dari dua daerah terpisah atau lebih, maka negeri asalnya adalah daerah dari salah satu unitnya. Dalam hal ini tiap unit memiliki peluang yang sama besar sebagai unit migratif, yaitu unit yang bermigrasi dari negeri asal ke daerah yang sekarang diduduki.
  2. Bila distribusi suatu kerabat sederhana terdiri dari satu daerah yang membentuk mata rantai dengan satu daerah terpisah, maka negeri asalnya adalah daerah yang membentuk mata rantai, atau daerah yang membentuk mata rantai, daerah terpisah, dan intervalnya, andaikata telah terjadi intrusi.

Ada perbedaan antara kesimpulan yang diturunkan dari distribusi dengan banyak daerah terpisah (kesimpulan pertama) dengan suatu distribusi dengan banyak daerah terpisah dan satu mata rantai. Dalam hal terakhir negeri asal selalu akan ditetapkan terdapat pada daerah bermata rantai, karena prinsip ‘gerak yang paling sedikit’. Misalnya jika bahasa Tokharia dan Proto-Iran merupakan daerah terpisah, serta bahasa kerabat lainnya Proto-Keltik, Proto-German, Proto-Yunani dan lain–lain membentuk mata rantai, maka negara asal Proto Indo-Eropa adalah daerah yang membentuk mata rantai tadi.

  1. Bila terdapat distribusi dengan banyak mata rantai, atau bantak mata rantai ditambah satu atau dua daerah terpisah, maka akan dihasilkan kesimpulan seperti nomor 2.

Misalnya ada distribusi bahasa–bahasa kerabat dengan komposisi CaCbCcSaSb. Untuk menentukan negeri asal bahasa–bahasa kerabat tersebut, maka distribusi tadi diuraikan menjadi unit distribusi sederhana: CaCb CaCb CaSa CaSb CbCa CbSa CbSb SaSb dan sebagainya. Bila diuraikan atas unit–unit tadi, maka kesimpulan akhir adalah negeri asal bahasa–bahasa tersebut adalah CaCbCc serta telah terjadi dua migrasi negatif.

  1. Dalam semua hal sebagai dikemukakan di atas, semua migrasi terjadi secara normal (migrasi normal), yaitu migrasi dengan memperhitungkan gerak yang paling sedikit. Bila daerah yang membentuk mata rantai yang bermigrasi, maka migrasi itu tersebut migrasi abnormal karena menyalahi prinsip kedua dari teori migrasi.

Seorang peneliti yang mengajukan migrasi abnormal sebagai migrasi yang pernah terjadi, harus memberikan evidensi yang meyakinkan mengenai jenis migrasi tersebut. Misalnya migrasi abnormal pernah terjadi dengan bahasa–bahasa Irokois (Iroqouis). Bahasa–bahasa dari lembah Grand River di Kanada (Mohawk, Onondaga, cayuga;Seneca, dan Tuscarora) semuanya berasal dari daerah New York, di mana mereka membentuk mata rantai. Suku–suku itu kemudian didesak dari New York lalu menduduki daerah–daerah di lembah Grand River itu, yang juga masih membentuk mata rantai. Migrasi abnormal yang lain adalah migrasi bangsa Angel dan Saks ke Inggris, dan migrasi suku–suku German lain ke arah Barat dan Selatan pada waktu yang bersamaan.

  1. Berdasarkan semua hal yang telah dikemukakan di atas, dapat diturunkan suatu kesimpulan umum yang lain ialah: suatu migrasi positif selalu berasal dari suatu wilayah kompleks ke daerah yang homogen.

Bila seorang membandingkan bahasa Inggris di Britania dan Skotlandia dengan bahasa Inggris di Amerika Utara, maka bahasa Inggris di Britania dan Skotlandia lebih bersifat aneka ragam, sedangkan bahasa Inggris di Amerika Utara lebih homogen. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa migrasi harus berasal dari daerah Britania–Skotlandia yang lebih heterogen ke daerah yang nampaknya lebih homogen. Hal yang sama ditemukan pula pada dialek–dialek Portugis dan Spanyol di Eropa dan di Amerika.

          Kesimpulan di atas bertentangan dengan teori usia-daerah (age and area hypothesis). Teori ini bertolak dari asumsi bahwa pusat budaya (focal area) merupakan tempat bagi produktivitas yang unggul, dan sementara pusat mempertahankan dirinya dalam waktu tertentu, maka unsur–unsur budaya itu ditetapkan pula usia daerah tersebut. Daerah yang lebih homogen sifatnya dianggap sebagai daerah baru, sedangkan daerah yang lebih banyak variasinya dianggap daerah asal.

 

Daftar Rujukan

Dahlan. 2011. ”Perpindahan Penduduk Migrasi: Imigrasi Emigrasi Urbanisasi”   (online)http://dahlanforum.wordpress.com/2011/09/11/perpindahan-penduduk-migrasi-imigrasi-emigrasi-urbanisasi/. Diakses 1 Mei 2013

Ibrahim, Abd. Syukur. 1984. Linguistik Komparatif: Sajian Bunga Rampai. Surabaya: Offset Printing

Keraf, Gorys. 1996. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

 

 

 

ARTIKEL MIGRASI BAHASADisusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s